Be Your Own Kartini: Napak Tilas Sosok Nurhayati Subakat
Tulisanku
yang rilis di hari Kartini ini, kudedikasikan untuk sosok ibu Nurhayati
Subakat, bak sosok Ibu Kartini yang terlahir kembali yang sukses memberi
manfaat bagi ratusan bahkan ribuan perempuan indonesia. Beliau lahir di Padang
Panjang pada 27 Juli 1950. Ayahnya seorang pedagang dan pimpinan cabang Muhammadiyah di Padang
Panjang. Tumbuh di keluarga yang religius dengan pendidikan berkarakter
mengantarkannya menjadi sosok wanita yang cerdas, ia berhasil menjadi lulusan
terbaik S-1 Farmasi ITB pada tahun 1975 silam tak berhenti sampai disitu tepat
satu tahun berikutnya beliau berhasil menjadi lulusan terbaik profesi apoteker
ITB sekaligus mendapat penghargaan Kalbe Farma Award. Berbekal gelar lulusan
terbaik tak membuatnya mudah meniti karir, beliau juga sempat merasakan frustasi
dalam melamar pekerjaan
"Saya
kerap kali ditolak saat melamar kerja dan itu berkali-kali. Awalnya saya
bercita-cita menjadi dosen, namun saya ditolak,” Dikutip dari CNBC pada sebuah
interview beliau dengan Civitas ITB 2019 lalu.
Setelah
berbagai penolakan, akhirnya beliau berhasil menapaki karir pertamanya sebagai
seorang apoteker di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil, Padang. Di tahun
1978 beliau menikah dan dianugerahi 3 anak. Usai menikah beliau pindah ke Jakarta
mengikuti sang suami, dan kemudian bekerja di salah satu perusahaan kosmetik
sebagai staff pengendalian mutu.
Perjalanan Karir
Lahir
dan besar di tengah keluarga berlatarbelakang sebagai pengusaha, juga berbekal
ilmu yang ia dapatkan selama masa perkuliahan dan di dunia kerja, Ibu Nurhayati
bersama sang suami memulai perjalanan usahanya yang berbasis industri rumahan,
produk pertama yang dipasarkannya saat itu adalah perawatan rambut, ia menitipkannya
ke warung sekitar, namun tidak berhasil terjual karena produknya saat itu kalah
dengan brand yang sudah memiliki nama, tak menyerah sampai disitu
ditemani ketiga anaknya ia mencoba menawarkan produknya ke salon di sekitar
Tangerang, mulanya ia mengalami berbagai penolakan, hingga dengan bantuan salah
satu rekannya, akhirnya produknya mulai dipercaya salah satu salon dan mulai
dikenal di kalangan salon lainnya karena produknya cukup bagus dengan harganya
yang terjangkau. Produknya diberikan nama Putri. Di tahun awal merintis
usahanya ia hanya bersama sang suami dan dua karyawannya, hingga di lima tahun
pertama ia berhasil mempekerjakan 25 Karyawannya, namun perjalanan usahanya
tidak selalu berjalan mulus, musibah kebakaran menghanguskan pabriknya saat
itu, ditambah masih banyaknya piutang yang belum dilakukan pelunasan oleh klien
dan menyisakan utang bank yang masih belum terbayar. Dilanda dilema ingin
melanjutkan usahanya atau tidak, nasehat dari Buya Hamka tentang pengorbanan
menjadi titik balik beliau saat itu
"Makna
berkorban adalah di mana kita paling berat melepaskannya, itulah
pengorbanan,"- Buya Hamka.
Mengingat
tujuan utama beliau mendirikan usahanya adalah untuk memberikan manfaat bagi orang
banyak, dengan tekad yang kuat ia memutuskan untuk melanjutkan usahanya, kembali
memulai semuanya meski dari titik nol. Usahanya berbuah manis pada akhir
tahun 1990 ia memutuskan menambah kapasitas produksinya dengan mendirikan
pabrik di kawasan Cibodas dengan nama PT Pusaka Tradisi Ibu. Beliau terus
berinovasi dengan menciptakan berbagai produk dan varian baru. Di Tahun 1995
lahirlah produk yang saat ini sudah mendunia yakni Wardah, diberi nama Wardah
yang berarti bunga Mawar. Wardah akhirnya menjadi pelopor tren kosmetik
berlabel halal. Penjualan Wardah sendiri baru melejit 13 Tahun kemudian
tepatnya ketika relaunching di Tahun 2008 momentumnya saat itu bertepatan
dengan trend hijaber yang cukup melejit. Sukses dengan Wardah, PT Pusaka Tradisi
Ibu melahirkan produk barunya di tahun 2010 yakni Make Over untuk pasar
profesional. Pada tahun 2011 PT Pusaka Tradisi Ibu berganti nama yang kita
kenal saat ini yakni PT Paragon
Technology and Innovation (PTI). PT Paragon kini berhasil menaungi 14 merk produk
kecantikan yakni; Wardah, Make Over, Emina, Kahf, Putri, Laboré, Biodef,
Instaperfect, Crystallure, Wonderly, Tavi, OMG, Beyondly, Earth Love Life. Wardah
berhasil menjadi penyumbang penghasilan terbesar yakni sekitar 70% dari
keseluruhan merk. PT Paragon sendiri kini telah memiliki lebih dari 10.000
karyawan, 41 Distribution Center dan lebih dari 200 partner yang tersebar di
seluruh Indonesia dan Malaysia.
Kontribusi
untuk Perempuan Indonesia
Sekitar
88 persen karyawan ParagonCorp adalah perempuan, didominasi oleh perempuan
berusia muda dan keluarga muda ParagonCorp membuktikan bahwa Perempuan yang
kerapkali dipandang lemah juga memiliki kekuatan untuk berkiprah di tengah
pesatnya persaingan industri di indonesia. Melalui program CSRnya Paragon
meluncurkan Women Space, ini adalah ruang berkembang yang disediakan bagi
perempuan untuk memaksimalkan kapasitas dirinya demi memberi kebermanfaatan.
Women Space adalah bentuk komitmen Paragon menguatkan pilar pemberdayaan
perempuan, terlebih produk-produk yang dihasilkan kebanyakan adalah untuk perempuan.
Instagram women space bisa kalian kunjungi disini https://www.instagram.com/womenspace.paragon/
Ibu
Nurhayati sebagai sosok inspiratif
Tekad untuk menjadi sosok bermanfaat bagi orang banyak yang terus ia pegang sejak merintis usahanya, membuat ia terus berfokus pada kemanusiaan, beliau adalah donatur sekaligus Majelis Wali Amanat ITB, di Tahun 2019 memberikan dukungan dana abadi sebesar 52 miliar untuk pengembangan riset, beasiswa dan infrastruktur ITB. Dikutip dari Wikipedia ada 2 gedung di ITB yang dinamai sebagai Gedung Paragon Innovation dan Gedung Wardah Foundation sebagai simbolis bantuan dari ParagonCorp. Tak hanya itu, Paragon menjadi salah satu perusahaan yang sukses bertahan saat pandemi covid-19 melanda indonesia, tak ada satupun karyawan yg di-PHK bahkan menjadi salah satu perusahaan yang banyak menerima karyawan kala itu, tak berhenti disitu ParagonCorp juga memberikan bantuan sebesar 40 Miliar untuk penanganan pandemi dalam wujud APD dan berbagai alat kesehatan untuk lebih dari 40 rumah sakit di berbagai provinsi di Indonesia. Tak ayal begitu banyak penghargaan yang dikantongi wanita berusia 75 Tahun ini, mulai dari menjadi “50 Wanita Paling berpengaruh di Indonesia” versi majalah SWA di tahun 2000, di tahun 2018 berhasil masuk ke jajaran “25 Pebisnis Wanita Paling Berpengaruh di Asia” versi majalah Forbes. Dikutip dari Wikipedia, tepat pada 05 April 2019, beliau menerima anugerah gelar doktor kehormatan (honoris causa) dari almamaternya, ITB. Beliau dicatat atas inovasi yang menonjol lewat produk kosmetik Wardah dan menjadi perempuan pertama yang dianugerahi ITB dengan gelar tersebut. Tak berhenti disitu, di tahun yang sama beliau berhasil meraih penghargaan ASEAN Business Award (ABA) untuk kategori Women Entrepreneur yang digelar di Bangkok, Thailand. Pendiri PT Paragon Technology and Innovation ini menjadi salah satu wanita berpengaruh yang masuk ke daftar Forbes 50 Over 50: Asia 2022. Artikel lengkapnya bisa kalian baca disinii yaa gurlss
https://www.forbes.com/sites/maggiemcgrath/2022/01/11/50-over-50-asia-2022/
5
Pilar kesuksesan versi Ibu Nurhayati Subakat
Belajar
dari sosok ayahnya, ada 5 pilar yang dipegang oleh Ibu Nurhayati dalam
mengembangkan usahanya dan kini 5 pilar tersebut juga menjadi core value dari
ParagonCorp yakni Ketuhanan, Kepedulian, Kerendahan hati, Ketangguhan, dan
Inovasi.
Ketuhanan
Dalam
melakukan usaha sekecil apapun dimulai dengan niat untuk beribadah dan terus
melibatkan Tuhan dalam setiap langkah, karena di setiap kesulitan pasti akan
Tuhan berikan kemudahan di dalamnya.
Kepedulian
Beliau
memulai usahanya dengan satu tekad yakni untuk memberikan manfaat bagi banyak
orang, jatuh bangun usahanya tidak membuatnya menyerah berbekal tekad kemanusiaan
ini. Karena jika untuk diri sendiri kita akan cepat merasa puas, tapi jika kita
berbuat untuk banyak orang, maka kita akan terus berusaha memaksimalkan apa
yang bisa kita lakukan, agar bisa terus bisa menebar kebaikan.
Kerendahan
Hati
Tidak
cepat puas atas apapun yang diterima dan dipelajari, tidak pernah merasa
sombong, karena dengan begitu kita manusia akan terus belajar dan mau bertumbuh
menjadi lebih baik lagi.
Ketangguhan
Beliau
dikenal sebagai sosok pekerja keras, mengagumi cara bekerja orang chinese dan
kedisiplinan orang Jepang, tidak mengenal lelah dan bosan dalam mengembangkan
usahanya, berhasil membawa ParagonCorp menjadi salah satu market leader di
industri kecantikan Indonesia saat ini.
Inovasi
Dari
sosok yang mengakui tidak banyak mengetahui tentang marketing, melalui jatuh
bangun dalam usahanya ia berhasil mengembangkan banyak strategi marketing, melahirkan
banyak produk dengan berbagai varian, bahkan berhasil meraih berbagai penghargaan
karena keunikan strategi marketingnya.
Author’s
pov
Speechless
ternyata ada yaa gurlss sosok sekeren Ibu Nurhayati Subakat, pantesann
akhir-akhir ini lagi rame tagar pengen jadi #PNS alias Pegawai Nurhayati
Subakat di berbagai laman sosial media, salut sama kontribusi beliau yang luar
biasa sejauh ini, yang mungkin tanpa kita sadari, kita rasakan dampaknya. Dann
yang bikin Author nggak kalah kagum adalahhh kerennyaaa core value dari Paragon
dan bagaimana Paragon menjadi perusahaan yang sangat memanusiakan karyawannya.
Di moment ulang tahun ke-40 bahkan di akhir acara kalau perusahaan pada umumnya
menyemangati untuk mencapai target laba, Paragon malah mengucap terimakasih
pada keluarga karyawan yang sudah memberikan kesempatan untuk anak atau
istrinya berkarya untuk Paragon, nggak Cuma itu sanking pedulinya sama
perempuan, di acara itu juga disediakan banyak nursery room bahkan kulkas gurlss
buat para ibu yang mengASIhi, huaaaaa keren keren kerennnnn banget pokoknya. Nggak
Cuma itu, sosok Bu Nurhayati yang saat merintis usahanya adalah seorang ibu
rumah tangga juga bikin author geleng-geleng kepala, tuhkaan gurlss perempuan
tuhh sekeren itu lohhh, kita bisa lebih dari apa yang kita kira, asal kita mau
dan bisa, mau untuk berusaha dan memiliki pemahaman dan kemampuan di bidang
yang ingin kita tekuni, terus bereksplorasi dan jangan mudah menyerah. Satu pesan
yang paling ngena di Author adalah hidup ini singkat, maka buat lebih bermakna,
hidup ini bukan tentang seberapa banyak yang kita punya, tapi seberapa banyak kebermanfaatan
yang bisa kita bagikan. Akhir kata, selamat hari Kartini untuk perempuan
tangguh di seluruh Indonesia.
With
<3
Author
Khaerunnisa
Amrun
Sumber:
Wikipedia, Kumparan, Tempo, Paragon Corp Website, Paragon Corp Youtube, Website
Forbes, Youtube Kumparan, Youtube 'Tentang Anak', Youtube 'Paragon Corp'




.jpeg)


Komentar
Posting Komentar